Minggu, 16 September 2012

Kapulaga (Amomum compactum Soland ex Maton,)




Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol di pangkal batang, mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.

Nama Daerah

Aceh: Kapulaga, Kardamon
Minangkabau: Palago, Pelaga, Puwar, Kardamunggu
Sunda: Kapol, Kapol sebrang, Pelaga
Jawa: Kapulogo, Kapulogo sabrang, Pulogo, Kapol sabrang
Madura: Kapolagha, palagha
Bugis: Gandimong
Malaysia: Pelaga
Thailand: Luk grawan
Inggris: Cardamom 


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Pahit, menghangatkan, dan membersihkan darah. Khasiat Ekspektoran dan karminatif. PENELITIAN Datten Bangun, Semin Tarigan, Nazaruddin Umar, dkk. Bagian Farmakologi, FK USU dan Jurusan Farrnasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian infus rimpang Kapulaga terhadap efek analgesik pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut ternyata infus 10% dengan takaran 10 ml/kg bb, telah menunjukkan efek analgesik. Semakin besar takarannya, semakin besar perpanjangan waktu reaksi (PWR). 





Bagian yang Digunakan
Buah.

Kegunaan
Buah:
1. Aroma jamu.
2. Napas/mulut bau.
3. Perut kembung.
4. Radang tenggorokan.
5. Suara parau.

RAMUAN DAN TAKARAN
Napas/Mulut Bau
Ramuan:
Buah Kapulaga   10 butir
Daun Pegagan   1 genggam
Air   secukupnya
Cara pernbuatan: 
Dipipis.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.

Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur, dan gosok gigi sehabis makan.

Perut Kembung dan Mulas
Ramuan:
Buah Kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar)   7 butir
Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar)   10 butir
Air mendidih   100 ml

Cara pembuatan:
Diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.

Radang Tenggorokan
Ramuan:
Buah Kapulaga (tumbuk kasar)   10 butir
Rimpang Kunyit (tumbuk kasar)   6 gram
Air mendidih   100 ml





Komposisi :
Buah: Minyak atsiri, minyak lemak, zat pati, gula, dan protein.

Minggu, 09 September 2012

TIPS AMAN MENGOLAH TANAMAN HERBAL



Herbal tersedia dalam bentuk segar dan kering. Bagian tanaman yang digunakan beragam, mulai dari akar, rimpang, batang, daun, bunga, hingga buah. Agar sari pati dan kandungan senyawa yang berkhasiat di dalam tanaman bisa dimanfaatkan, bagian tumbuhan obat ini harus diolah terlebih dahulu. 

Ada beberapa teknik mengolah tanaman obat, yaitu dengan cara merebus, menyeduh, dan membuatnya sebagai serbuk. Dalam buku Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah & Cara Racik, terbitan Trubus, disebutkan ketika merebus bahan herbal, pemakaian wadah penting untuk diperhatikan. Wadah dari besi dan alumunium tidak disarankan karena racun yang dikeluarkan bahan tersebut bisa mencemari ramuan yang sedang dibuat.

Alat untuk merebus yang dianjurkan adalah yang anti karat, tanah liat, kaca, atau email. Cara pengolahan kedua adalah dengan cara menyeduh, yakni herba dicampur dengan air panas tanpa proses pemasakan. Ini biasanya digunakan untuk konsumsi herba asal bunga, contohnya rosella dan daun segar.

Sementara itu untuk alasan kepraktisan, herbal bisa diolah menjadi bentuk serbuk. Serbuk bisa dibuat dari murni tanaman tunggal atau campuran dari beberapa jenis herbal. 

Menurut pakar naturopati Dr.Amarullah Siregar, pada dasarnya pemanfaatan herbal bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. "Boleh dilalap mentah, dijus, direbus, atau dibuat sup. Untuk mengurangi rasa pahit, bisa ditambah madu atau gula merah," paparnya.

Merebus adalah cara pemakaian herbal yang paling mudah. Menurut Amarullah, bila bertujuan untuk menjaga kesehatan, rebusan sederhana boleh dikonsumsi dengan catatan tidak adanya riwayat penyakit tertentu.

"Racikan herbal sederhana tidak cukup lagi kalau sudah ada kelemhan dalam tubuh, baik karena faktor genetik atau memang mengidap penyakit tertentu," paparnya. Agar memberikan manfaat optimal, herbal yang dikonsumsi sebaiknya sudah dalam bentuk ekstrak serta sudah terukur dosisnya. 

Salah memilih cara olahan bisa menyebabkan tanaman herbal tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan khasiatnya tidak terasa. Karena itu, sebaiknya Anda mempelajari dengan cermat khasiat dan efek samping dari suatu herbal. Bila perlu, konsultasikan kepada ahlinya.
Kompas.com - 


Sambiloto (Andrographis Paniculate)






Termasuk salah satu tanaman obat unggulan Indonesia. Sebagai tanaman obat unggulan, sambiloto sudah diteliti secara etnobotani, botani, peneybaran, budidaya, efek farmakologi, kandungan kimia, uji praklinis dan uji klinis. Penggunaan sambiloto sebagai obat untuk kepentingan pencegahan maupun pengobatan penyakit sudah terbukti secara nyata, efektif, aman dan berkhasiat.
Pengalaman secara empiris menjadi dasar bagi peneliti tanaman obat untuk mengembangkan sambiloto secara ilmiah agar dapat diterima sebagai pelayanan kesehatan formal. Penelitian sambiloto sebenarnya sudah pada tahap uji praklinis dan uji klinis yang dilaksanakan oleh para penliti dalam dan luar negeri. Perkembangan terakhir diketahui bahwa ekstrak sambiloto telah dipatenkan sebagai anti-HIV pada 13 Desember 1996 oleh Pracelsian Inc bekerjasama dengan Bastyr University dan dipasarkan dengan nama dagang AndroVir.

Nama Lokal :
Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).;
 
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, ; Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, ; Radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis),; Radang ginjal akut (pielonefritis), radang telinga tengah (OMA), ; Radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore),; Kencing manis (diabetes melitus), TB paru, skrofuloderma,; Batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), leptospirosis,; Darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus hansen=lepra),; Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,; Kanker:penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa),; Trofoblas ganas (tumor trofoblas), tumor paru.; 
 

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Herba. Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.



 

INDIKASI :
Herba sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:
- hepatitis, infeksi saluran empedu,
- disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis),
  abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas
  (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga
  tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi,
- demam, malaria,
- kencing nanah (gonore),
- kencing manis (DM),
- TB paru, skrofuloderma, batuk rej an (pertusis), sesak napas (asma),
- darah tinggi (hipertensi),
- kusta (morbus hansen = lepra),
- leptospirosis,
- keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,
- kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa)
  dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru. 


CARA PEMAKAIAN :
Herba kering sebanyak 10 - 20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3 - 4 kali sehari,  4 - 6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Tifoid
    Daun sambiloto segar sebanyak 10 - 15 lembar direbus dengan 2
    gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan
    madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

2. Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
    Herba kering sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai
    tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum
    sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

3. Disentri
    Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan
    selama 3 - 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang
    terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g
    sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali
    masing-masing 1/3 bagian.

4. Influenza, sakit kepala, demam
    Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air
    panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 - 4 kali sehari.

5. Demam
    Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan
    1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang
    digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

6. TB paru
    Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu
    secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5
    cm. Pil ini Ialu diminum dengan air matang. Sehari 2 - 3 kali, setiap
    kali minum 15 - 30 pil.

7. Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
    Daun sambiloto segar sebanyak 5 - 7 lembar diseduh dengan 1/2
    cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk.
    Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

8. Radang paru, radang mulut, tonsilitis
    Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 - 4,5 g diseduh dengan
    air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum
    sekaligus.

9. Faringitis
    Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air
    matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

10. Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
     Herba sambiloto segar sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air
     sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali
     sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling
     halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

11. Kencing manis
     Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus
     dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
     disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

12. Kencing nanah
     Sebanyak 3 tangkai sambiloto
 

  • Tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan (antipiretika), obat sakit perut, kencing manis, dan terkena racun. 
  • kandungan senyawa kalium dalam sambiloto memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. 
  • Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.[3] 
  •  daun Sambiloto juga dipercaya bisa digunakan sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.

Sabtu, 08 September 2012

Jerawat >>> acne

Jerawat
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori – pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang . jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar penderitanya. Kligmann , seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat , “ tak ada satu orangpun di dunia yang melewati masa di hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya.” Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit . perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat  adalah masa menstruasi , kehamilan , pemakaian pil KB , dan stres.

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang biasa menyerang wajah Menangani jerawat tidak boleh sembarangan. Secara umum, prinsip perawatan kulit wajah sebagai berikut
  • Kulit wajah harus selalu bersih saat istirahat di rumah.
  • Jangan memecahkan jerawat dan jangan sering di sentuh.
  • Hindari pemakaian kosmetika rias saat tidur.
  • Kebutuhan pembersih bagi kulit kering berbeda dengan kulit berminyak atau kulit normal, demikian juga sebaliknya.
  • Membersihkan wajah pada sore hari berbeda dengan pada pagi hari.


Cara alami mengatasi jerawat
  • Lumatkan daun pepaya tersebut dan diberi air kemudian diperas untuk diambil sarinya.
  •   Oleskan sari daun pepaya tersebut pada jerawat.
 
  • Cucilah lobak secukupnya, kemudian parutlah lobak tersebut dan ambil airnya.
  • Tambahkan cuka apel sedikit dan campur hingga rata.
  • Oleskan pada jerawat, diamkan hingga mengering.
  • Setelah kering, bersihkan dengan air.
  • Lakukan secara rutin hingga jerawat teratasi.

Rabu, 25 Juli 2012

PEREMPUAN dan KANKER SERVIKS


CEGAH KANKER SERVIKS
Kanker serviks (sering pula disebut kanker leher rahim)adalah salah satu penyebab kematian wanita di dunia.setiap hari di Indonesia ada sekitar 40 kasus baru kanker serviks dan setiap  hari pula 20 orang wanita meninggal karenanya.
        Semua wanita dewasa bisa terkena kanker serviks terutama yang berumur 30 hingga 45 tahun. Bila sudah melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun , resiko terkena kanker  servikspun menjadi jauh lebih tinggi.
             Tidak seperti kanker lainnya yang belum di ketahui penyebabnya , kanker serviks paling banyak di sebabkan oleh infeksi human papiloma virus (HPV). Virus ini mudah di temukan di sekitar kita seperti halnya virus flu dsn bisa menular melalui hubungan seksual bahkan sekedar pada air yang kurang bersih.
           Tidak ada gejala yang jelas bila kita terinfeksi HPV atau kanker serviks pada stadium awal.rasa sakit ketika baung air kecil, pendarahan di luar menstruasi, dan rasa sakit yang hebat di perut bagian bawah terjadi ketika kanker telah mencapai stadium lanjut dan susah untuk di sembuhkan.
Itu sebabnya mencegahnya dari dini jauh lebih baik.


3 CARA MENCEGAH KANKER SERVIKS
  • PAP SMEAR
 kandungan dengan cara mengambil sedikit jaringan dari dinding leher rahim . pemeriksaan ini penting dilakukan bagi  yang telah aktif secara seksual dan perlu di lakukan secara rutin 1 – 3 tahun sekali (1 – 2 minggu setelah menstruasi ).
Tidak hanya gejala kanker serviks yang dapat terdeteksi tetapi juga kanker rahim dan masalah reproduksi lainnyapun dapat diketahui.
  • VAKSIN
Yang bisa meninggkatkan kekebalan tubuh terhadap beberapa jenis virus HPV yang di ketahui paling sering menjadi penyebab kanker serviks.satu sesi vaksinasi terdiri dari dua vaksin dengan jarak waktu 3 bulan dan harus diulang dalam jangka 10 tahun.harga satu paket vaksin sekitar 1 juta rupiah dan disediakan di mayoritas rumah sakit di seluruh Indonesia.
  • IVA
Inspection visual by acetic acid yaitu pemeriksaan yang menggunakan usapan asam cuka 5% di permukaan leher rahim.bila setelah terkena asam cuka lapisan leher rahim berubah warna dari merah muda menjadi warna keputih-putihan, maka bisa dikatakan telah terjadi gejala kanker serviks  dan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara ini lebih murah tetapi hanya mengetahui adanya infeksi HPV atau kelainan pada leher rahim saja.

Senin, 16 Juli 2012

13 Cara Mengatasi gigitan Nyamuk

Digigit nyamuk ?, bisa jadi sangat menjengkelkan. apalagi bagi anda yang memiliki kulit sensitif.sehingga meninggalkan bekas yang cukup mengganggu.
Banyak cara yang digunakan untuk menghentikan gangguan nyamuk,mulai dari minyak gosok sampai sabun ...
Namun jika Anda lebih memilih cara alami, simak paparan 13 cara alami untuk mengatasi gigitan nyamuk seperti dikutip dari huffingtonpost, Jumat (22/6/2012) berikut ini.

1. Es
Terapi dingin yang mengejutkan akan meredakan gatal-gatal dan mencegah pembengkakan. "Sebenarnya es mematikan saraf yang menyebabkan gatal dan nyeri sehingga Anda takkan merasakannya lagi,"

2. Minyak Esensial
"Minyak pohon teh . Karena bersifat antiinflamasi maka minyak ini dapat memerangi gatal, bengkak dan nyeri. Bahkan tampaknya minyak ini juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang dapat membantu mencegah infeksi pada bekas gigitan.

Minyak lavender juga dapat membantu. "Lavender adalah yang paling serba guna dari semua jenis minyak esensial,". Sekali dioleskan pada kulit dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri serta mencegah infeksi, jelasnya.

3. Cuka
Cuka dapat membantu menghentikan rasa gatal. cobalah untuk memasukkan 2-3 cangkir cuka dalam bak air hangat untuk mengobati semua gigitan atau menaruh beberapa tetes cuka pada kapas lalu dioleskan pada bekas gigitan. Lebih baik lagi jika menggunakan cuka sari apel.

4. Madu
Pemanis alami ini memang terkenal karena berbagai manfaat kesehatan yang dimilikinya, termasuk sifat antiinflamasi dan antibakterinya sehingga tidaklah mengejutkan jika madu juga dapat mengurangi gatal akibat gigitan nyamuk.
Lebih disarankan untuk memilih madu mentah yang dioleskan sedikit pada gigitan.

5. Kantong Teh
Selain mengurangi bengkak di bawah mata, kantong teh juga dapat mengurangi pembengkakan pada bekas gigitan nyamuk, Kandungan tanin dalam teh berfungsi sebagai astringent yang menarik keluar cairan dari gigitan.

6. Baking Soda
"Natrium bikarbonat adalah senyawa alkali ringan yang dapat membantu menetralkan keseimbangan pH kulit Anda,". "Efek penyangga ini dapat membantu mengatasi peradangan yang terjadi pada permukaan kulit sehingga mengurangi rasa nyerinya."

Cobalah larutkan baking soda ke dalam bak hangat dan berendamlah selama 30 menit atau bisa juga dengan mencampur baking soda ke dalam sedikit air lalu dioleskan langsung ke bekas gigitan.

7. Basil
Daun beraroma alami ini mengandung kapur barus dan timol, dua senyawa yang dapat mengurangi rasa gatal,  Anda bisa menghancurkan beberapa helai daun dan mengoleskannya pada gigitan atau membeli minyak esensialnya.

8. Lemon dan Limun
 Kedua buah ini bersifat anti-gatal, antibakteri dan antimikroba. Jus atau kupasan kedua buah ini dapat "membunuh segala macam bakteri," tambahnya.

9. Peppermint
Mungkin Anda pernah mendengar bahwa seoles pasta gigi dapat meringankan gatal, tapi mungkin itu berkat aroma mint-nya yang bekerja.

"Daun ini memberikan sensasi dingin yang sampai ke otak lebih cepat daripada rasa gatal,". Karena otak hanya dapat memproses satu sensasi pada satu waktu, bahan pendingin ini sering ditambahkan pada produk perawatan kulit sebagai "kontra-iritasi" yang mencegah dan memblokir sensasi lain seperti gatal-gatal.

Jika Anda tak ingin menghabiskan pasta gigi Anda, cobalah setetes minyak esensial atau pasta yang terbuat dari daun peppermint yang dihancurkan.

10. Kulit Pisang
Sayangnya tidak banyak penelitian yang kredibel untuk mendukung manfaat kulit pisang terhadap gigitan nyamuk. gula dalam susunan kimiawi kulit pisang bisa menenangkan dan menarik keluar cairan dari gigitan.

11. Susu dan Air
Sebagai kompres untuk menenangkan kulit, Direkomendasikan untuk mencampurkan susu dan air ke dalam saputangan dan mengoleskannya pada kulit.
 "Cara ini sangat menenangkan dan membantu mengurangi gatal, pembengkakan dan peradangan," . "Bahkan ini merupakan teknik yang hebat untuk menghilangkan nyeri akibat sengatan matahari."

12. Menampar atau Mencubit
Kedengarannya konyol, tetapi kedua cara ini benar-benar bekerja! "Nyeri yang diakibatkan oleh tamparan rasanya lebih besar dari gatal,". "Lagipula meskipun sensasinya lebih mengejutkan, tapi tidak mengganggu seperti layaknya rasa gatal.
" Tamparan atau cubitan ini justru akan mengalihkan perhatian otak Anda dari sensasi rasa gatal.

13. Lidah Buaya
Biasanya lidah buaya digunakan untuk meredakan kondisi terbakar sinar matahari (sunburn), namun lidah buaya juga tidak boleh diabaikan dalam mengobati gigitan,.
"Tanaman ini sangat baik untuk mengatasi gatal dan bengkak, rasanya benar-benar sangat menenangkan."

Sabtu, 07 Juli 2012

Cara Membuat Pupuk Kompos

Pupuk Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik karena penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik.

Bahan yang diperlukan:
Bahan organik sisa-sisa pertanian, misal: jerami, tongkol batang jagung, rumput dan kotoran ternak yang telah dibasahi.

Cara buat pupuk kompos:
  1. Potong-potong bahan organik diatas (kecuali kotoran ternak) sehingga berukuran kecil
  2. Setelah itu, tumpuk dan taruh rumput di bagian atas. Buat tumpukan setebal 15 cm
  3. Taruh kotoran ternak yang telah dibasahi pada bagian paling atas tumpukan
  4. Lakukan menggunakan cara yang sama sampai semua bahan habis.
  5. Tumpuk semuanya sampai mencapai ketinggian maksimal 1,2 m
  6. Jaga kelembaban dalam tumpukan bahan agar tetap lembab dan tidak becek
  7. Apabila pengomposan berlangsung baik, pada minggu ke 3-4 akan terjadi kenaikan suhu. Gunakan tongkat kayu untuk mengetahui telah terjadi kenaikan suhu dengan cara menusukkan tongkat kayu tersebut ke dalam tumpukan kompos kemudian tarik dan lihat ujung tongkatnya, apakah sudah terasa lembab dan hangat. Bila iya, berarti proses pengomposan berjalan dengan normal dan baik. Jika ujung tongkat terasa kering, segera siramkan air ke dalam kompos. Bila ujung tongkat terasa dingin, berarti pengomposan gagal dan harus diulang kembali pembuatannya dari awal.
  8. Setelah terjadi kenaikan suhu, maka suhu akan mengalami penurunan. Pada saat inilah tumpukan kompos harus dibalik.
  9. Sebulan setelah terjadi penurunan suhu dan kompos telah dibalik, maka kompos telah jadi dan siap dipakai
Begitulah tahapan  cara buat pupuk kompos.
http://carapedia.com/proses_peman_pupuk_kompos_info709.html
This article was translated by Google Translator. Thank you Google