Senin, 24 Juni 2013

sedap Malam



Sedap malam lebih dikenal sebagai bunga hias. Wanginya yang seharum melati bermanfaat menenangkan hati orang di sekitarnya. Namun, sebenarnya bunga sedap malam punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengobati keluhan susah tidur, influenza, sampai rematik.


Bunga yang berasal dari Meksiko ini juga disukai di manca negara. Masyarakat Jepang menggunakan bunga sedap malam sebagai lambang cinta. Di Thailand, bunga yang harum di malam hari ini adalah kesayangan para perangkai bunga karena sifatnya yang harum dan tidak mudah layu.

Masyarakat Eropa memakai bunga bernama Latin Polianthes tuberosa Linn ini dalam upacara keagamaan. Pemanfaatan bunga sedap malam bagi kesehatan umumnya dibagi menjadi dua yakni pemakaian luar dan dalam. Dua manfaat tersebut diperoleh melalui sulingan dari bunga sedap malam yang menghasilkan minyak. Hasil sulingan itu dikenal dengan nama minyak tuberose.

Minyak itu diyakini mengandung geraniol dan nerol, farnesol, benzyl, alkohol, metil benzoat, metil salsilat, metil antramnilat, eugenol, asam butirat dan kemungkinan asam fenilasetat. Kandungan-kandungan ini secara medis bermanfaat menyembuhkan tubuh dikala sakit.

Secara ilmiah, baru sedikit manfaat untuk kesehatan yang terungkap dari bunga sedap malam. Sedap malam bersifat manis, sejuk, dan sedikit tawar.

Sementara itu, kandungan kimia yang diketahui adalah sapogenin. Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat adalah bagian bunga dan akar. Keduanya bisa diolah untuk pemakaian luar dan dalam.

Keharumannya yang tak kalah dengan bunga melati membuat sedap malam dijuluki di luar negeri sebagai dangerous pleasure (kesenangan yang berbahaya). Tidak jelas mengapa disebut demikian. Namun, ada tahayul kuno di Perancis yang melarang anak gadis menghirup wangi bunga ini di kala malam karena akan membawa suasana romantis dalam diri mereka. Larangan yang sama juga berlaku di India dengan alasan yang sama pula, sehingga bunga ini diberi nama rat ki rani (kekasih gelap).

Secara ilmiah, baru sedikit manfaat untuk kesehatan yang terungkap dari bunga sedap malam. Dari Ensiklopedia Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia yang ditulis oleh Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan tradisional dan tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat, diketahui bahwa sedap malam bersifat manis, sejuk, dan sedikit tawar. Tanaman ini berkhasiat menurunkan panas (antipiretik) dan  menghilangkan bengkak. Sementara itu, kandungan kimia yang diketahui adalah sapogenin.


Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat adalah bagian bunga dan akar. Keduanya bisa diolah untuk pemakaian luar dan dalam. Prof. Hembing menyarankan agar pengobatan dengan ramuan sedap malam ini dilakukan secara teratur. Namun, penderita penyakit serius dan berat sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.


 

 Beberapa cara penggunaan sedap malam . .
  • Bisul dan bengkak

    Bahan: akar bunga Sedap Malam.
    Cara membuat: ambillah akar Sedap Malam secukupnya kemudian cuci sampai bersih. Setelah itu, tumbuklah sampai halus dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit. 
  • Katarak

    Bahan: bunga Sedap Malam sekitar 50 kuntum.
    Cara membuat: rebuslah bunga-bunga tersebut dengan takaran air 1.500 cc sampai mendidih. Tunggulah sampai dingin. Setelah dingin baru kemudian digunakan untuk mencuci mata.
  • Penenang pikiran, susah tidur, dan penambah darah

    Bahan: lumayan banyak bahan-bahannya dan tak hanya menggunakan Sedap Malam saja. Siapkan 30 kuntum bunga Sedap Malam, 15 gram kie cie yang bisa dibeli di toko obat China, 2 siung bawang putih, 4 siung bawang merah, 10 gram jahe, 1-2 buah hati ayam, merica, garam. Cara membuat: pertama-tama, irislah bawang putih dan merah. Kemudian tumis semua bahan menggunakan minyak goreng non-kolesterol dan tambahkan tepung tapioca yang telah diencerkan secukupnya. Masaklah sampai matang.
  • Meningkatkan stamina

    Bahan: 50 kuntum bunga Sedap Malam, 50 gram kacang kapri, 100 gram udang, 1 butir telur ayam, 10 gram jahe, 2 siung bawang putih.
    Cara membuat: tumislah semua bahan dengan menggunakan minyak goreng non-kolesterol, tambahkan juga tepung maizena yang telah diencerkan. Kemudian masaklah sampai matang.
  • Influenza

    Bahan: 20 gram akar Sedap Malam, 15 gram jahe, 2 gram batang daun bawang putih, dan 600 cc air.
    Cara membuat: rebuslah semua bahan-bahan tersebut dalam air sampai sisanya tinggal separuh (300 cc). Kemudian air rebusan itu diminum dua kali masing-masing 150 cc.
  • Radang tenggorokan

    Bahan: 20 gram akar Sedap Malam, 25 gram sambiloto segar dan 600 cc air putih.
    Cara membuat: rebuslah bahan-bahan tersebut dengan air putih sampai tersisa setengahnya. Setelah itu, kemudian saring dan minumlah dua kali sehari masing-masing 150 cc.
  • Rematik

    Bahan: 30 gram akar bunga Sedap Malam, 20 gram jahe merah, gula merah secukupnya, dan 400 cc air.
    Cara membuat: rebuslah bahan-bahan bersama 400 cc air sampai mendidih. Kemudian saring dan bagi menjadi dua bagian untuk diminum dua kali dalam sehari.



Kamis, 13 Juni 2013

Daun Madu (Barleria cristata L.)


Uraian :
Tumbuhan asli India ini umumnya ditanam sebagai tanaman pagar. Semak, tinggi 1-3 m, bercabang banyak. Batang berkayu, bulat, berbuku-buku, berambut, hijau kecokelatan. Daun tunggal, berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan, di ketiak daun dan ujung tangkai, mahkota berambut kelenjar, bibir atas mahkota berbagi empat, bulat telur, warnanya ungu. Buah elips, panjang 1,5 cm, berbibir tiga sampai empat, kecokelatan. Biji kecil, pipih, warna cokelat.


Nama Lokal :
Landep (Jawa Tengah), daun madu (Madura).; Kolintang, violeta (Tagalog).;


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI : Rematik, batuk, bengkak; gigitan serangga, digidit ular berbisa.;


BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, akar, bunga, dan biji.
INDIKASI :
  • Daun dan akar berkhasiat mengatasi: rematik dan batuk.
  • Bunga berkhasiat mengatasi: Bengkak karena gigitan serangga.
  • Biji berkhasiat untuk mengatasi: digigit ular berbisa. 
 
CONTOH PEMAKAIAN :
· Rematik : Siapkan daun segar sebanyak 1 genggam lalu cuci bersih. Tambahkan kapur sirih 1/4 sendok teh. Tumbuk sampai lumat, kemudian dibalurkan pada tempat yang sakit.

Patikan kerbau (Euphorbia hirta, Linn.)

Patikan kerbau (Euphorbia hirta) merupakan suatu tumbuhan liar yang banyak ditemukan di daerah kawasan tropis. Di Indonesia tumbuhan Patikan kerbau dapat ditemukan diantara rerumputan tepi jalan, sungai, kebun-kebun atau tanah pekarangan rumah yang tidak terurus. Biasanya patikan kerbau ini hidup jadi satu dengan Patikan Cina (Euphorbia Prostrata, Ait) pada ketinggian 1 - 1400 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan patikan kerbau mampu bertahan hidup selama 1 tahun dan berkembang biak melalui biji. Patikan kerbau mempunyai warna dominan kecoklatan dan bergetah. Banyak pohonya memiliki cabang dengan diameter ukuran kecil. Daun Patikan kerbau mepunyai bentuk bulat memanjang dengan taji-taji. Letak daun yang satu dengan yang lain berhadap-hadapan. Sedang bunganya muncul pada ketiak daun. Patikan kerbau hidupnya merambat (merayap) di tanah.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
1. Radang tenggorokan
    Bahan: daun patikan kerbau secukupnya.
    Cara membuat: diseduh dengan air panas secukupnya;
    Cara menggunakan: disaring dan dipakai untuk kumur.

2. Bronkhitis
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1/2 botol Coca Cola;   
    Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus sampai mendidih;
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 3 kali sehari 1/2 cangkir.

3. Asma
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau kering;
    Cara membuat: direbus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih;
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari 1/2 gelas,
    pagi dan sore.

4. Disentri, Radang perut, Diare dan Kencing darah
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1 potong gula batu;
    Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 3 gelas air sampai
    mendidih;
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
    sore. 

5. Radang Kelenjar Susu atau Payu Dara Bengkak :
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 2 sendok kedelai;
    Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus dengan 3-5 gelas air
    sampai mendidih;
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir.
        
    Selain itu dibuat pula tapal untuk payu dara :
    Bahan: daun patikan kerbau yang masih segar dan garam dapur
    secukupnya;
 
    Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah garam dapur
    secukupnya, diaduk sampai merata;
    Cara menggunakan: ditempel pada bagian payu dara yang sakit. 




para peneliti di Inggris menemukan manfaat baru dari getah Patikan Kebo yakni sebagai obat kanker kulit. Bagi pasien kanker kulit melanoma, getah ini bisa menghambat pertumbuhan dan bahkan membunuh sel-sel kanker.
   
 
Patikan kerbau (Euphorbia hirta) mengandung beberapa unsur kimia, diantaranya : alkaloida, tanin, senyawa folifenol (seperti asam gallat), flavonoid quersitrin, ksanthorhamnin, asam-asam organik palmitat oleat dan asam lanolat. Di samping itu, patikan kerbau juga mengandung senyawa terpenoid eufosterol, tarakserol dan tarakseron serta kautshuk.

Lidah Ular (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk)


 
Uraian :
Herba, tegak atau condong, satu tahun (annual), sering bercabang mulal dari pangkal batangnya, tinggi 0,05 - 0,6 m. Batang bersegi empat, gundul atau dengan sisik sangat pendek, bercabang, tebal 1 mm, warna hijau kecoklatan sampai hijau keabu-abuan. Akar: tunggang, kecoklatan, garis tengah rata rata 1 mm, akar cabang berbentuk benang. Daun tunggal, berhadapan atau bersilang berhadapan, helaian; relatif kecil 1 - 3,5 cm x 1,5 - 7 mm, ujung dan pangkalnya runcing, berwarna hijau pucat, dengan sisik sisik kecil sepanjang tepi daunnya, tangkal daun sangat pendek. Bunga susunan majemuk mulai rata, 2 - 8 bunga, bertangkai, di ketiak. Kelopak 4, sama panjang dengan bakal buahnya. Mahkota: 4, putih atau ungu pucat, panjang kira - kira 2 mm. Benang sari 4, tersisip seakan - akan di atas tabung mahkota. Buah panjang 1,75 - 2 mm, lebar 2 - 2,5 mm, pada permukaan luar di dekat bagian ujung terdapat sisa kelopak berupa tonjolan kecil runcing. Biji bersudut-sudut. Waktu berbunga Januari - Desember.merupakan jenis rerumputan yang banyak tumbuh liar di sekitar kita. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Ekstrak yang larut dalam, air dapat menurunkan tekanan darah hewan percobaan. Pada konsentrasi yang relatif besar dapat berefek pada penghambatan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi dan Proteus vulgaris.' Penggunaan secara oral pada mencit selama 3 minggu dapat berfungsi sebagai antispennatogenesis. Pada aplikasi intragastrik berefek penghambatan elisitasi usus yang disebabkan oleh asetilkolin. Rebusan herba yang telah dibebaskan. dari endapan (dengan penambahan alkohol) dapat mengurangi derajat kematian mencit pada keadaan keracunan (dengan Bungarus multiciizctus). Suatu ramuan yang terdiri dari herba Hedyotis diffusa, herba Prunellae dan Licorice (2:2:1) dapat memperbaiki gangguan fungsi hepar dan berefek koleretik pada anjing teranestesi. Rebusan tumbuhan jenis lain yaitu Hedyotis affinis dapat menyebabkan kontraksi uterus kelinci terisolasi.` Hasil penelitian tentang aktivitas sistem fagositosis, respons seluler dan respon humoral pada mencit, diketahui bahwa fraksi yang larut dalam air daun Hedyotis menyebabkan stimulasi respon imun humoral dan menekan sistem fagositosis; sedangkan fraksi yang tidak larut dalam air tidak berpengaruh pada respon imun seluler, dan fraksi residu menyebabkan stimulasi. Efek yang tidak diinginkan Efek samping yang nyata atau reaksi alergi pada penggunaan lazimnya (30?60 gram), tidak diketahui. Pada penggunaan jangka panjang dengan dosis 30?45 gram/hari selama 30 dan 90 hari pada 2 kasus psoriasis tidak menunjukkan hasil yang abnormal pada sampel darah dan urin. Pada sedikit kasus dapat menyebabkan mulut kering setelah penggunaan selama 10 hari. Injeksi dosis tinggi dapat menyebabkan leukopeni. Penggunaan kombinasi herba dengan asam deoksikolat dapat menyebabkan diare pada beberapa pasien. Disamping itu. dapat menyebabkan gangguan syaraf pada beberapa kasus pasien bronkitis asma kronis. Toksisitas Dosis maksimal yang secara teknis dapat diberikan pada tikus yaitu 10 gram/kg BB dianggap sebagai LD50 semu. 

Khasiat
Peluruh air seni, penurun panas, anti-bakteri, anti inflamasi, anti bakteri, antidot racun ular, obat susunan saraf pusat, dan anti kanker : kanker payudara, leukimia, dan kanker hati


Kandungan kimia dan Manfaat tanaman
Herba Hedyotis diffusa rnengandung saponin, flavonoid, polifenol, triterpen, polisakarida, glikosida antrakuinon, asam stearat, asam oleanolat, asam trans p-kumarat, asam ursolat, dan sitosterol. Ekstrak etanolik herba lidah ular dapat menekan peroksidasi lipid pada homogenat sel hati sebesar 1,05% dan pada mitokondria sel jantung sebesar 51,61% (Liao et al, 2000). Kandungan glikosida flavonoid pada lidah ular yaitu kaemferol dan quercetin menunjukkan  neuroprotektif tehadap kultur sel cotical tikus yang dipejan 1-glutamat (Kim et al., 2000).