Selasa, 11 Maret 2014

Siapa yang Pertama kali di Khitan ???




14 ORANG YANG DALAM KONDISI DI KHITAN SEJAK LAHIR
Tahukah anta siapa yang paling pertama melakukan khitan?
Diterangkan dalam kitab I’aanah at tholibin , bahwa ada 14 nabi yang sudah dikhitan sejak lahir mereka adalah


Nabi Adam
Nabi Syis
Nabi Nuh
Nabi Syu’aib
Nabi Luth
Nabi Musa
Nabi Hud
Nabi Saleh
Nabi Yusuf
Nabi Zakaria
Nabi Handlolah
Nabi Yahya
Nabi Sulaiman
Nabi Muhammad
Sejak lahir kodisi fisik mereka sudah di khitan .

Adapun orang yang pertama kali di khitan adalah  Nabi  Ibrahim .
Waktu ia dikhitan sudah berumur 80 tahun. Kala itu ia menggunakan alat kampak.


Selasa, 04 Maret 2014

FENILKETONURIA , apa ya ?



“Mengandung Fenilalanin . tidak cocok untuk penderita fenilketonuria”

Kebanyakan makanan instan yang beredar di pasaran sekarang ini banyak yang memberikan peringatan ini pada kemasannya bagi para penderita Fenilketonuria untuk tidak mengkonsumsi ini..dan ini .  jadi apa sih Fenilketonuria itu?

Fenilketonuria (inggris:Phenylketonuria, PKU) adalah gangguan desakan autosomal genetis yang dikenali dengan kurangnya enzim fenilalanin hidroksilase (PAH). Enzim ini sangat penting dalam mengubah asam amino fenilalanina menjadi asam amino tirosina. Jika tubuh kekurangan PAH, fenilalanina akan mengumpul dan berubah menjadi fenilketon, yang bisa dideteksi dari urin.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan masalah dalam perkembangan otak, menyebabkan fungsi mental menurun drastis dan serangan-serangan. Meski demikian, PKU merupakan salah satu dari sedikit penyakit genetis yang bisa dikendalikan melalui diet. Pasien yang diet rendah fenilalanina dan tinggi tirosina hampir dapat sembuh total.

Penderita tidak cocok memakan sesuatu yang mengandung fenilalanin.Fenilalanina terdapat dalam makanan yang mengandung protein dan dalam beberapa pemanis buatan. Membangun asam amino di otak menyebabkan keterbelakangan mental dan lain masalah serius.

Ibu yang memiliki tingkat darah tinggi fenilalanina sambil membawa bayi mereka di dalam rahim juga memiliki risiko tinggi memiliki bayi dengan:
  • keterbelakangan mental
  • keterlambatan perkembangan
  • ukuran kepala kecil (mikrosefalus)
  • ruam kulit atau eksim
  • adil kulit karena kurangnya kulit pigmen
  • masalah jantung.
Bayi dengan PKU mungkin juga memiliki bau apak badan berkat fenilalanina berlebihan dalam tubuh.PKU mempengaruhi 1 dalam 10.000 hingga 1 di 15.000 bayi yang baru lahir di Amerika Serikat.
Sejak tahun 1960-an semua bayi diputar untuk PKU. Dengan demikian, kasus-kasus yang parah PKU dan konsekuensi-konsekuensinya adalah ini jarang terlihat.

Untuk keterangan lebih lanjut , bisa hubungi dokter anda (^.^)


Sabtu, 01 Maret 2014

ILER (Coleus scutellarioides, Linn,Benth)

 

Morfologi Iler: Batang : Batang Pohon herba tegak dan merayap dengan tinggi batang pohonnya berkisar 30 cm sampai 150 cm, mempunyai penampung batang berbentuk berbentuk segi empat dan termasuk katagori tumbuhan basah yang batangnya mudah patah. 

Daun : Berbentuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun dan memiliki warna yang beraneka ragam. 

Bunga : Berbentuk untaian bunga bersusun, bunganya muncul pada pucuk tangkai batang. Syarat Tumbuh: Iler dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Iler bisa didapat disekitar sungai atau pematang sawah dan tepi-tepi jalan pedesaan sebagai tumbuhan liar.

Nama Lokal :
Iler (Indonesia), Kentangan (Jawa), Jawer Kotok (Sunda);

Komposisi :
Iler mempunyai komposisi kandungan senyawa kimia yang bermanfaat antara lain : - alkaloid - etil salisilat - metil eugenol - timol - karvakrol - mineral


beberapa cara pemanfaatan iler ; 

1. Ambeien
  •     Bahan: 
    17 lembar daun iler, 
     7 lembar daun ngokilo,
     3 rimpang umbi kunyit (3 cm)

  •     seluruh bahan direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih.
  •     diminum  1 kali sehari 1 gelas

2. Diabetes melitus
    

  • Bahan: 
    Tumbuhan iler lengkap (Batang, daun, bunga)
    adas pulawaras secukupnya.
    

  •     Seluruh  bahan direbus dengan 1 liter air sampai  mendidih.

  •     diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

3. Demam dan sembelit
    

  •     1 potong daun dan batang iler

  •     bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas
  •     diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

4. Sakit Perut 

  •     3 potong akar iler
  •     bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
  •     diminum pagi dan sore.

5. Datang bulan terlambat  

  •    Daun iler secukupnya 
  •    Bahan  direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
  •    diminum menjelang datang haid.

6. Bisul

  •      Bahan :
    Daun Iler ,secukupnya,
    Minyak kelapa, secukupnya  
  •     daun iler diolesi minyak kelapa, kemudian dipanggang.
  •     dalam keadaan hangat-hangat ditempelkan pada bagian bagian yang bisul. 




7. bisul
  • daun iler segar 10 lembar
  • cuci bersih lalu giling sampai halus
  • tambahkan sedikit air masak , hingga menyerupai bubur kental
  • turapkan pada bisul , lalu balut 
  • ganti ramuan 2 -3 sehari
8.cacingan
  • daun iler segar , 7 lembar
  • madu 1 sendok makan 
  • cuci bersih daun iler , lalu giling sampai halus
  • tambahkan 1/2 cangkir air masak dan madu
  • aduk ramuan sampai rata , lalu peras dan saring 
  • minum ramua ini sekaligus pada malam hari sebelum tidur
  • lakukan 3 malam berturut-turut
catatan :
resep ini di gunakan untuk mengeluarkan cacing gelang dari usus

Keji Beling (Strobilanthes crispus)

 

Kecibeling (Strobilanthes crispus) atau juga disebut keci beling, picah beling (betawi), atau disebut juga enyoh kelo adalah anggota Acanthaceae yang dapat menyembuhkan diabetes. Tumbuhan ini merupakan perdu yang berasal dari Madagaskar  menyebar ke Indonesia 

Keji beling adalah tumbuhan semak  yang tingginya mencapai 1 -2 m . batangnya  beruas, bentuknya bulat, berambut kasar, dan warnanya hijau. Percabangannya yang menyentuh tanah  dan keluar dari akar sehingga bisa dipisahkan dari tanaman induk. Sementara itu, daunnya  tunggal, bertangkai pendek, dengan duduk daun yang berhadapan. Helaian daunnya lanset, memanjang atau hampir jorong, tepinya bergerigi, dengan ujung dan pangkalnya yang meruncing, kedua permukaanya kasar. Pertulangan daunnya menyirip dan berwarna hijau.akarnya  tunggang dan berwarna coklat muda.
Perbungaanya  majemuk dan berkumpul pada bulir padat. Mahkota bunga berbentuk corong, terbagi lima, berambut, dan berwarna kuning atau ungu. benang sarinya berjumlah empat, berwarna putih, dan kuning.buahnya  berbentuk gelondong, dan berisi 2-4 biji. Bijinya bulat, pipih, kecil-kecil, dan berwarna coklat.

Selain itu, dikabarkan bahwa kecibeling tidak beracun, dan mengandung antioksidan. Dibuktikan dengan tumbuhan ini yang hanya beracun terhadap kanker usus dan hati saja, ia tidak merusak sel sehat. Selain itu, diketahui tumbuhan ini lebih efektif membunuh sel kanker ketimbang obat-obatan kanker konvensional seperti tamoksifen, doksorubisin, paklitaksel, dan dosetaksel. Ia baik untuk menyembuhkan kanker payudara, dan prostat. Namun, yang jelas kecibeling berpotensial untuk dikembangkan sebagai tumbuhan pencegah kanker. Untuk mengurangi rangsangan pada lambung, lebih baik sewaktu merebus keji beling, dicampur dengan daun wungu


Catatan taksonomis

Tanaman lain, yakni kembang bugang. diserupakan dengan tumbuhan melalui sebutannya oleh A.P. Dharma dalam bukunya. Walaupun demikian, keji beling dan kembang bugang berbeda familia, yang mana kembang bugang berada di famili Verbennaceae dan hal ini sudah diingatkan oleh Setiawan Dalimartha bahwa ada kepustakaan yang menamai kembang bugang dengan keji beling/keci beling.
Selain itu, sambang getih (Hemigraphis colorata) yang berkerabat dekat dengan sambiloto juga dianggap dalam bahasa Jawa  artinya keci beling.

pengobatan dengan kejibeling 

Kencing kurang lancar 
  • ambil daun keji beling segar sebanyak 25 gram 
  • dicucibersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. 
  • Setelah dingin disaring kemudian diminum sekaligus.
  •  Lakukan pada pagi atau siang hari.
Batu kandung kencing 
  • ambil segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung muda, cuci sampai bersih. 
  • Setelah itu direbus dengan 2 liter air sampai tersisa 1 liter. 
  • Setelah dingin disaring, lalu diminum. 
  • Lakukan pada pagi dan sore hari, masing -masing 1/2 gelas.

Batu ginjal
  • ambil daun keji beling sebanyak 50 gram, meniran segar 7 batang, dan daun ungu 7 lembar.
  • Dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas.
  • Setelah itu dinginkan dan saring. Diminum 3 kali 2/3 gelas per hari.

 Sembelit 
  • ambil 1/2 genggam daun keji beling segar 
  • cuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
  • Setelah dingin disaring lalu diminum.
Tumor 
  • Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
  • dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.
  • Pantangan: Ikan Asin, cabai, tauge, sawi putih, kangkung, nanas, durian,lengkeng, nangka, es, alkohol dan tape, limun dan vetsin.
Diabetes Mellitus
  • Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
  • dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.
  • Pantangan: makanan yang manis-manis.

Lever (sakit Kuning)
  • Daun Keeji Beling mentah dan segar 3 lembar.
  • dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.
  • Pantangan: makanan yang mengandung lemak.
Ambeien (wasir) 
  • Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
  • dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.
  • Pantangan: Daging kambing dan makanan/masakan yang pedas.

Kolesterol tinggi
  • Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
  • dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.
  • Pantangan: makanan yang berlemak.

Maag 
  • Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
  • Dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.
  • Pantangan: makanan pedas atau asam.

KenaBisa Ulat dan Semut Hitam
  • Daun Keji Beling mentah dan segar 1 lembar.
  • digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan air dan hancur.
  • Dilakukan 2 kali setelah berselang 2 jam.



Rabu, 26 Februari 2014

SIDAGURI, pengolahan tradisional

asam urat

bahan :
  • akar sidaguri kering , 60 gr
  • potong akar sidaguri dengan ukuran tipis
  • rebus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas
  • saring dan biarkan hingga dingin
  • minum air rebusan sekaligus pada pagi hari
catt :
ramuan ini dapat menyebabkan keguguran


eksim

bahan :
  • herba sidaguri segar , 60g
  • cuci bersih , dan potong - potong herba sidaguri
  • masukkan dalam cawan , tambahkan air bersih hingga herba terendam . kemudian panaskan dengan cara di tim
  • angkat dan dinginkan
  • minum ramuan sekaligus

hepatitis


  • seluruh bagian tanaman sidaguri segar , 30 - 60 gr
  • cuci bersih herba sidaguri , potong -potong seperlunya 
  • lakukan perebusan dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas
  • angkat , dinginkan , saring
  • minum ramuan ini 2 x sehari , setiap kali minum 1/2 gelas 

catt :
dapat menyebabkan keguguran


reumatik

  • akar sidaguri kering , 30 gr
  • potong tipis - tipis akar sidaguri , lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa  gelas
  • angkat , dinginkan , saring
  • minum sekaligus pada pagi hari
catt :
akar sidaguri digunakan untuk pengobatan reumatik gout


sesak napas / asma
  • akar sidaguri , 60 gr 
  • gula pasir , 30 gr
  • potong tipis - tipis akar sidaguri , lalu tambahkan gula pasir 
  • rebus dengan 3 gelas air , hingga tersisa 1 gelas
  • angkat , dinginkan , saring
  • minum ramuan 2 x sehari , masing - masing 1/2 gelas

Rabu, 29 Januari 2014

apa itu OBESITAS?


Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya.
Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria.
Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria.
Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
  • Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
  • Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
  • Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh.
Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir.
Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel.
Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki risiko yang lebih tinggi.
Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.
Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul.
Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76.
Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.


Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:

  • Faktor genetik.
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
 
  • Faktor lingkungan. 
Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
 
  • Faktor psikis.
 Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.

Selasa, 17 Desember 2013

APU APU ( Pistia Sratiotes )

APU APU adalah jenis tanaman air yang banyak di gunakan dalam pengobatan herbal. Daun apu-apu atau Kiapu (sunda), Kiambang ( sumatera barat ) dan nama ilmiahnya adalah Pistia stratiotes L merupakan tanaman yang biasa kita jumpai di kolam-kolam ikan atau di rawa-rawa.   Tanaman ini hidup mengambang di permukaan air sedangkan akarnya menjuntai kebawah di bawah permukaan air.

beberapa pengobatan menggunakan apu - apu . . .

1. Demam
           daun apu-apu segar , secukupnya. digiling hingga halus , tambahkan sedikit air , lalu peras ramuan. siap digunakan sebagai obat luar. gunakan sebagai kompres untuk mengompres dahi dan ketiak

2. Demam
            daun apu-apu segar , secukupnya. rebus hingga mendidih . angkat dan saring air rebusan. gunaka air rebusan air apu-apu untuk membasuh bagian tubuh yang demam

3. Demam
            daun apu-apu segar , 15 lembar.cuci daun apu-apu hingga bersih, rebus dalam 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. angkat , dinginkan, dan saring.minum 2 kali sehari pagi dan sore.

apu-apu juga dapat di gunakan untuk mengobati
1. flu, demam, batuk rejan,
2. pegal linu (reumatism), bengkak terbentur (memar),
3. bengkak (edema), kencing terasa nyeri (disuria),
4. kencing nanah,
5. gatal alergi (urtikaria), gatal-gatal (pruritus),
6. disentri
7. penyakit kulit seperti bisul





catatan :
  • perempuan hamil dilarang meminum ramuan ini
  • hati-hati dengan akarnya karna mengandung toksik / beracun