Jumat, 22 Juni 2012

Ketika Kasih Menjadi Petaka



seorang ibu menyayangi anaknya.

kasihpun menjadi petaka, ketika seorang memberi kasih yang terlampau.

menciptakan seorang anak yang SAKIT JIWA.

JIWA yang SAKIT karena kasih yang mubazir..

siapa yang akan di salahkan????????????

anak yang labil , ibu protektif

anak yang tak bisa membuat keputusan , ibu yang terlalu membela

anak yang egois , ibu yang terlalu memanja

Jumat, 15 Juni 2012

MAHKOTA DEWA >> phaleria macrocarpa


Mahkota dewa bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Asal tanaman mahkota dewa masih belum diketahui. Menilik nama botaninya Phaleria papuana, banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah Papua, Irian Jaya. Di sana memang bisa ditemukan tanaman ini. Mahkota dewa tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl. Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecokelatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). NAMA ASING - NAMA SIMPLISIA Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Buah berkhasiat menghilangkan gatal (antipruritus) dan antikanker. Biji berracun. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioaktivitas ekstrak buah mahkota dewa dengan metode BSLT yang dilanjutkan dengan uji penapisan antikanker in vitro terhadap sel leukemia 1210, menunjukkan toksisitas yang sangat tinggi dan potensial sebagai antikanker. Identifikasi senyawa kimia aktif dalam ekstrak buah mahkota dewa didapat senyawa lignan yang termasuk dalam golongan polifenol dan senyawa syringaresinol (Dra. Vivi Lisdawati MSi, Apt., tesis S-2 di FMIPA UL Suara Pembaruan, Rabu, 9 April 2003).  

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.

INDIKASI

Kulit buah dan daging buah digunakan untuk:
- disentri,
- psoriasis, dan jerawat.

Daun dan biji digunakan untuk pengobatan:
- penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal.

CARA PEMAKAIAN
Belum diketahui dosis efektif yang aman dan bermanfaat. Untuk obat yang diminum, gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji). Selama beberapa hari baru dosis ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit berat, seperti kanker dan psoriasis, dosis pemakaian kadang harus lebih besar agar mendapat manfaat perbaikan. Perhatikan efek samping yang timbul.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Disentri
Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Lakukan 2--3 kali dalam sehari.

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.

cara pengobatan :
Belah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. 

Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaannya.

Eksim, gatal-gatal
Cuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2--3 kali dalam sehari.

Catatan:

Penggunaan tanaman obat harus berdasarkan asas manfaat dan keamanan. Jika bermanfaat untuk penyembuhan penyakit, tetapi tidak aman karena beracun, harus dipikirkan kemungkinan timbulnya keracunan akut maupun keracunan kronis yang mungkin terjadi.

Bagian buah, terutama bijinya berracun. Jika buah segar dimakan langsung, bisa menyebabkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, kejang, sampai pingsan.
Menggunakan dengan dosis berlebihan dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala kronis.

ibu hamil tidak dianjurkan meminum tanaman ini.

Selasa, 12 Juni 2012

KEMBANG KERTAS

Kembang kertas merupakan tanaman asli Meksiko, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tanaman ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena cahaya matahari, biasa ditanam secara bergerombol di taman-taman atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya digunakan sebagai bunga potong. Terna menahun yang tumbuh tegak dan berambut kasar ini tingginya sekitar 30-50 cm, daunnya berwarna hijau, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung. Bentuk bunganya seperti bunga Aster, dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Kembang Kertas, Kembang ratna; Bai fi ju (China)

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tumbuhan

KEGUNAAN :
- Disentri.
- Kencing nanah
- Bisul (furunculosis)
- Sakit pada puting susu (papilla mammae)

PEMAKAIAN         :
Untuk minum       : 10 - 30 gram, direbus.
Pemakaian Luar    : Secukupnya digiling halus dibubuhkan kebagian yang sakit.

Senin, 11 Juni 2012

DAUN DUDUK , SIKADUDUAK

Daun Duduk atau Sikaduduak (sumatera) merupakan jenis daun yang telah lama di kenal dapat mengobati berbagai penyakit.

Daun duduk dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.500 m dpl. tumbuh liar di tempat terbuka dengan cahaya matahari yang cukup atau sedikit naungan, serta tidak begitu kering. Perdu menahun, tumbuh tegak atau menanjak, tinggi 0,5 - 3 m, dengan kaki yang berkayu. Batang bulat, beruas, permukaan kasar, percabangan simpodial, diameter 2 cm, cokelat. Daun tunggal, berseling, berdaun penumpu, tangkai daun bersayap lebar. Helaian daun lanset, ujung meruncing, pangkal rata, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10 - 20 cm, lebar 1,5 - 2 cm, masih muda cokelat, setelah tua hijau. Bunga majemuk, malai, keluar dari ujung batang, mahkota berbentuk kupu-kupu warnanya putih keunguan, berambut halus, pangkal berlekatan. Buah polong, panjang 2,5 - 3,5 cm, lebar 4 - 6 mm, berambut, berisi 4 - 8 biji, masih muda hijau, setelah tua cokelat. Biji kecil, bentuk ginjal, warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Genteng cangkeng, ki congcorang, potong kujang,; cen-cen (Sunda), ), daun duduk, sosor bebek, gulu walang,; Gerji,cocor bebek (Jawa). daun duduk , sikaduduak (Sumatera); Three-flowered desmodium (Inggris).;

1. Wasir :
    Ambil 20 g daun segar, dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air
    selama 15 menit. Setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum
    sekaligus. Lakukan setiap hari.

2. Radang ginjal akut, edema :
    Ambil herba daun duduk sebanyak 60 g, dicuci lalu direbus dengan
    3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum
    sekaligus pada pagi hari.

3. Muntah pada kehamilan :
    Ambil herba daun duduk sebanyak 30 g, dicuci lalu dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali rninum, yaitu pagi, siang,
    dan sore, masing-masing 1/3 gelas.       
      
4. Disentri :
    Ambil herba daun duduk segar sebanyak 30 g, dicuci lalu digiling
    halus. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas, biarkan selama 15
    menit. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk. Peras
    dan saring. Hangat-hangat diminum sekaligus.

CATATAN :
Bila berba ini ditambahkan pada ikan asin dan daging, dapat melindungi makanan tersebut dari serbuan lalat dan belatung

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba ini rasanya sedikit pahit, sejuk. Berkhasiat sebagai pereda demam (antipiretik), anti radang (anti-inflamasi), pembunuh parasit (parasitisid), meningkatkan napsu makan (stomakik), dan peluruh kencing (diuretik). KANDUNGAN KIMIA : Daun tumbuhan ini mengandung tanin, alkaloida hipaforin, trigonelin, bahan penyamak, asam silikat, dan K20. Buah daun duduk mengandung saponin, dan flavonoida, sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

Minggu, 10 Juni 2012

KENCUR


Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar (jarang 5) dengan susunan berhadapan, tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah. bunga majemuk tersusun setengah duduk dengan kuntum bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga (labellum) berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan
Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan setengah ternaungi.

Nama Lokal :
Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba), cakua (SumBar)

kencur juga banyak di gunakan untuk pengobatan, di antaranya...



1. Radang Lambung
    Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari.
    Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;
    Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian
    minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.

2. Radang Anak Telinga
    Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala.
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2
    sendok air hangat;
    Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

3. Influenza pada bayi
    Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun
    kemukus (lada berekor/ Cubeb)
    Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian
    ditambah beberapa sendok air hangat. 
    Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

4. Masuk Angin
    Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
    Cara membuat: kencur dikuliti bersih. 
    Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya,
    kemudian minum 1 gelas air putih.Dapat dilakukan 2 kali sehari.

5. Sakit Kepala
    Bahan: 2-3 lembar daun kencur.
    Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus.
    Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.

6. Batuk

    a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
        Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
        Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya.

    b. Bahan            : 1 rimpang kencur sebesar ibu jari.
        Cara membuat : kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;       
        Cara menggunakan : airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.

7. Diare
    a. Bahan            : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
        Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
        Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak.

    b. Bahan            : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
        Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya.
        Cara menggunakan : dioleskan pada perut sebagai bedak.

8. Menghilangkan Darah Kotor
    Bahan            : 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering,
                           adas pulawaras secukupnya.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian
                           disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari secara teratur.

9. Memperlancar haid
    Bahan           : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua,
                          adas pulawaras secukupnya.
    Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama      
                          dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir.

10. Mata Pegal
     Bahan              : 1 potong rimpang
     Cara membuat  : kencur dibelah menjadi 2 bagian.
     Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata.

11. Keseleo
     Bahan              : 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air.
     Cara membuat : kedua bahan tersebut dipipis dan air secukupnya.
     Cara menggunakan : dioleskan/digosokan pada bagian yang  keseleo sebagai bedak.

12. Menghilangkan Lelah.    
      Bahan            :
 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah.
      Cara membuat :
semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
       Cara menggunakan :
diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk PRIA ditambah dengan 1 potong lengkuas            tepung lada secukupnya.  

13. Pelangsing Tubuh
Caranya , Seduh 1 rimpang kencur ditambah 1 sendok teh tepung beras dan 1 potong gula kelapa dengan segelas air panas. Diamkan beberapa saat kemudian minum 3 kali sehari secara rutin.

14. Asam Urat

bahan :
  • herba cakar ayam , 1 genggam
  • daun gandarusa , 1 genggam
  • daun kompri ukuran sedang , 5 lembar
  • KENCUR , seukuran ibu jari
cara meramu :
  • cuci bersih semua bahan yang akan di gunakan , kemudian giling hingga halus
  • ramuan siap untuk di guanakan 
 aturan pakai :
  • balutkan pada persendian yang sakit / bengkak , kemudian dibalut
  • ganti ramuan 2 - 3 kali sehari

15. Darah Tinggi ( Hipertensi )
bahan:
  • kayu manis , seuluran jari 
  • asam trangguli , seukuran 2 jari
  • KENCUR ,seukuran 11/2 jari
  • daun sena , 1/4 genggam
  • daun pegagan , 1/4 genggam
  • gula aren , seukuran 3 jari
cara meramu :
  • cuci semua bahan, potong-potong , dan rebus dalam 3 gelas air
  • biarkan sampai air rebusan tersisa 21/4 gelas 
  • setelah dingin , saring air rebusan dan bagi untuk 3 kali minum
aturan pakai : 
minum ramuan ini 3 kali sehari
16. Radang Tenggorokan
bahan :
  • herba pecut kuda segar , 50 gr
  • KENCUR ukuran sedang , 2 buah
  • bawang putih, 2 siung
  • air gula , 1/2 cangkir 
cara meramu :
  • cuci semua bahan hingga bersih , lalu tumbuk sampai halus
  • tambahkan air gula, aduk rata , lalu peras , dan saring airnya

aturan pakai :
  • minum air yang terkumpul 3 kali sehari 
  • lakukan selama 3 - 5 hari
catatan : 
ibu hamil dirang meminum ramuan ini, karena dapat menyebabkan keguguran.

sumber :www.iptek.net.id

Kamis, 07 Juni 2012

BUNGA KATARAK >> KITOLOD


Bunga Katarak , Kitolod atau kitolok adalah salah satu jenis tanaman obat,jenis tanaman ini banyak tumbuhsubur di daerah dataran rendah hingga pegunungan yang berhawa dingin dan cenderung lembab/basah.

beberapa khasiat bunga katarak >>ki tolod

obat sakit mata
tanaman kitolot ini bisa untuk mengobati sakit mata khususnya katarak,rabun dan mata minus.
caranya :
  • petik bunga yang sudah mekar lalu rendam dalam air matang sebanyak 1 gelas(200ml) selama lebih kurang 1 jam
  • basuh mata kita dengan air rendaman tadi.
  • efek yang terjadi dapat mengeluarkan lendir seperti tahi mata. 

 
kanker 
bahan :
3 lembar daun ki tolod beserta batang

cara meramu :
  • rebus daun dan batang ki tolod dalam wadah berisi 5 gelas air di atas api kecil
  • biarkan hingga tersisa 1-2 gelas
  •                                                            setelah dingin saring air rebusannya
aturan pakai :
minum rebusan air ini beberapa kali hingga habis dalam 1 hari
 
 
 
 
 
 
 
CATATAN 
  • HATI HATI terhadap getah ki tolod>>bunga katarak karena mengandung racun .
  • bila ingin di gunakan sebagai obat dalam, jangan lebih dari 3 LEMBAR DAUN berikut batangnya.



Lengkuas , Laos , dan Manfaat

Lengkuas atau laos (Alpinikua galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum.

Kegunaan Lengkuas :

Untuk penyegar (tonikum}, menjaga kesehatan, dan menjaga stamina Pria, dengan beberapa pelengkap, terkenal dengan Jamu Kudu Laos terdiri dari ramuan yaitu :
  1. Laos.
  2. Mengkudu.
  3. Bawang Putih.
  4. Merica.
  5. Kedaung.
  6. Asam jawa.
  7. Gula jawa + gula pasir secukupnya
  8. garam secukupnya.
Cara mengolah
Semua bahan ditumbuk atau diblender sampai halus dijadikan dua kelompok yaitu ;
  1. Lengkuas dengan Mengkudu.
  2. Bawang putih, Merica dan biji kedaung (digoreng sangrai atau sangan).
Setelah digiling sampai halus, semua bahan dicampur dengan Asam Jawa didimasak sampai mendidih selanjutnya gula dan garam dimasukkan, diperas dan disaring. Kudu Laos ini bisa bertahan sampai 24 jam, setelah itu rasanya sudah berobah.
Selain untuk masakan dan Jamu lengkuas masih bisa dipergunkan untuk yang lainnya diantaranya untuk menyembuhkan jamur kulit (panu) dengan cara bagian yang masih muda dekat tunas diiris melintang dan bagian irisan tadi dicacah dengan pisau kemudian cacahan tadi di tetesi minyak tanah, setelah itu digosokkan pada kulit yang terkena jamur kilit. Cara penggosokan jangan sampai kulit.