Daun Duduk atau Sikaduduak (sumatera) merupakan jenis daun yang telah lama di kenal dapat mengobati berbagai penyakit.
Daun
duduk dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.500 m dpl. tumbuh
liar di tempat terbuka dengan cahaya matahari yang cukup atau sedikit
naungan, serta tidak begitu kering.
Perdu menahun, tumbuh tegak atau menanjak, tinggi 0,5 - 3 m, dengan kaki
yang berkayu. Batang bulat, beruas, permukaan kasar, percabangan
simpodial, diameter 2 cm, cokelat. Daun tunggal, berseling, berdaun
penumpu, tangkai daun bersayap lebar. Helaian daun lanset, ujung
meruncing, pangkal rata, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10 -
20 cm, lebar 1,5 - 2 cm, masih muda cokelat, setelah tua hijau. Bunga
majemuk, malai, keluar dari ujung batang, mahkota berbentuk kupu-kupu
warnanya putih keunguan, berambut halus, pangkal berlekatan. Buah
polong, panjang 2,5 - 3,5 cm, lebar 4 - 6 mm, berambut, berisi 4 - 8
biji, masih muda hijau, setelah tua cokelat. Biji kecil, bentuk ginjal,
warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji.
Nama Lokal :
Genteng cangkeng, ki congcorang, potong
kujang,; cen-cen (Sunda), ), daun duduk, sosor bebek, gulu walang,;
Gerji,cocor bebek (Jawa). daun duduk , sikaduduak (Sumatera); Three-flowered
desmodium (Inggris).;
1. Wasir :
Ambil 20 g daun segar, dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air
selama 15 menit. Setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum
sekaligus. Lakukan setiap hari.
2. Radang ginjal akut, edema :
Ambil herba daun duduk sebanyak 60 g, dicuci lalu direbus dengan
3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum
sekaligus pada pagi hari.
3. Muntah pada kehamilan :
Ambil herba daun duduk sebanyak 30 g, dicuci lalu dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali rninum, yaitu pagi, siang,
dan sore, masing-masing 1/3 gelas.
4. Disentri :
Ambil herba daun duduk segar sebanyak 30 g, dicuci lalu digiling
halus. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas, biarkan selama 15
menit. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk. Peras
dan saring. Hangat-hangat diminum sekaligus.
CATATAN :
Bila berba ini ditambahkan pada ikan asin dan daging, dapat melindungi makanan tersebut dari serbuan lalat dan belatung
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Herba ini rasanya sedikit pahit, sejuk. Berkhasiat sebagai pereda demam
(antipiretik), anti radang (anti-inflamasi), pembunuh parasit
(parasitisid), meningkatkan napsu makan (stomakik), dan peluruh kencing
(diuretik).
KANDUNGAN KIMIA :
Daun tumbuhan ini mengandung tanin, alkaloida hipaforin, trigonelin,
bahan penyamak, asam silikat, dan K20. Buah daun duduk mengandung
saponin, dan flavonoida, sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida,
dan tanin.