Jumat, 15 November 2013

Ada TABUT di Sastra kita



Setiap bulan muharam tiba adalah saat yang paling di nanti di daerah pesisir barat sumatra. Kota pariaman dan provinsi bengkulu khususnya menyelenggarakan pesta budaya yang terlaksana pada  1-10 muharam setiap tahunnya.
Di pariaman sendiri budaya itu di namakan pesta budaya tabuik. Seperti apa sih sebenarnya pesta budaya itu di mata sastrawan  nur sutan iskandar??  yuk intip sedikit sebanyak memberikan gambaran meriahnya pesta itu pada awal abad 20.
Buat penerbit balai pustaka, Boleh ya di share ceritanya di sini^^, agar orang indonesia juga lebih cinta sama negerinya sendiri

12.Dalam Keramaian Tabuik

sudah sepuluh hari kota padang lebih ramai dari pada biasa. dari segenap negeri dan dusun yang terletak di keliling kota itu berduyun duyun dan berasak-asakan orang pergi kesana.bahkan dari darat dan rantu pun ada juga.aku melihat keamaian tabut , arak-arakan yang hanya diadakan sekali setahun.

sejak dari 1 - 10 muharam telah terdengar bunyi tasa dan dol - gendang dan tambur - bersahut sahutan dengan riuh rendah.hari pertama atabur orang pulang dari sungai mengambil tanah, dengan lagu pulang- pulang, yaitu tanah yang akan di kepal-kepal menyerupai tubuh manusia yang tiada berkepala ... semisal Husain yang mati berperang di padang karbela, lalu di kafani dengan kain putih dan di letakkan di dalam aluah (makam) dalam dargah(keramat). setelah itu di mulai berkabung , empat hari empat malam matam di matamsari(tempat berkabung) dekat dargah itu, yakni menunjukan duka cita kepada arwah cucu nabi Muhammad SAW yang berpulang.membunyikan tasa dan dol dengan gemuruh dan bertalun-talun , sedang anak - anak berkerumun dengan riang.

di belakangtangsi ,di kampung jawa, di berok , di kampung nias , dan kampung keling diadakan demikian.bahkan pada hampir segenap kampung yang besar-besar di dalam kota padang yang ramai itu.jadi tak heran, jika ketika itu kota itu tak ubah seperti medan perang,penuh sesak dengan laskar ,yang di gembirakan dengan tambur dari segenap pihak , alamat perang akan di mulai.

lebih ramai , lebih sibuk dan gembira lagi pada hari yang kelima , yaitu lima hari bulan muharam. ketika itu orang pergi mengambil batang pisang , maksudnya mengambil kepala Husain yang terpenggal di padang karbela. batang pisang itu di arak dengan tasa dan dol juga. tidak, bukan dengan bunyi bunyian itu saja - keramain itu sudah di tambah dengan sebuah tabut kecil dan tabut lenong , yang di junjung dan di lonjak-lonjakkan , di lenong lenongkan , diputar putar oleh seorang orang muda di atas kepalanya, serta di iringkan oleh majenun, yaitu anak-anak yang berpakaian serba kuning.

malam kedelapan mengarak panja atau jari-jari , yang terbuat dari pada gangsa dan hiasi dengan bunga -bungaan , berkeliling kota seperti tabut lenong pula.permainan bertambah banyak dari biasa : semuntu , orang bertopeng atau berlumur muka dengaa arang keluar pada malam itu, begitu pula orang yang berpakaian puspa ragam, menurut kesukaan masing - masing - tak ubah seperti dalam pesta gila... sekaliannya itu melonjak-lonjak , berteriak-triak menyerukan Hasan-Hosen menurutkan lagu bunyi tasa dan dol dan suling di belakang perarakan itu.

tentu saja penonton laki-laki dan perempuan tiada ketinggalan , malah berasak-asak , berduyun-duyun , berbondong-bondong, geser menggeser dengan riang . orang orang muda yang 'lesek' tangan dan ';cacau' mata , bahkan 'mata keranjang'tak usah di sebut bagaimana gembira hatinya!

... pada malam kesembilan adalah malam mengarak serban. dan pada petang hari yang kesepuluh -asyura-baru keluar tabut besar

... pada hari ahad sejak pukul tiga petangorang sudah berkumpul-kumpul di tepi lautdekat purus. laki-laki, perempuan , tua muda , sama ada orang bumiputera, tionghoa, belanda , arab dan keling. makin petang hari ,orang makin ramai juga.kendaraan silih berganti,sejak dari jalan belantung kecil , damar , parak kerambil , dan muara.sehingga polisi bekerja keras akan mengaturkan lalu lintas.panaspun telah berkurang-kurang, sampai senja , dan awan makin tebal di sebelah barat, pada pertemuan langit dengan air.kebetulan angin tiada berembus.sehingga laut menjadi tenang dan teduh rupanya.meskipun cakrawala seolah-olah menunjukkan sedih akan tabut yang akan di buang kelak, tetapi hati penonton bertambah riang dan gembira.sebab mereka itu tiada usah takut akan kepanasan. pemandangan lepas jauh ke tengah laut , sehingga tampak beberapa buah pulau hilang hilang timbul. jauh di tengah pulau pandan dan dua buah agak ketepi pulau angsa.

. . . sebuah tabut kelihatan terlonjak-lonjak di tengah lautan manusia dan menuju arah tepi pantai - gemerlapan rupanya serentak dengan lonjak itu kedengaran bunyi tasa , dol , suling , dan teriak hasan - hosen riuh rendah gegap gempita.

sesampai di tepi laut , tabuik itu pun berhenti dan bunyi - bunyian diam . hening, hanya kedengaran bunyi langkah dan deru dengung orang banyak, yang datang berkerumun  di dekat arakan itu, akan melihat keindahannya.yang datang mula-mula itu adalah tabut berok , bertingkat dua bergambar buraq dan berukir-ukir kertas telur , amat indah rupanya.kemudian tiba - tiba berturut turut tabut belakang tangsi , tabut kampung jawa dan lain-lain. sekaliannya itu di letakkan berjajar jajar , supaya dapat di pandangi oleh sekalian umat , dengan pandangan penghabisan.memang, sebab sejurus kemudian segala arakan itu pun dibuang masuk laut dengan ratap dan tangis.

tangis dan ratap perceraian . . .

keramaian habis ! haripun telah senja, matahari sudah terbenam. api lampu mercusuar telah berkelip kelip di pulau pandan, padam, hidup , padam . berantara antara selama menghitung dari satu hingga ke dua puluh lima. sekalian orang mulai berangkat pulang , berduyun duyun , berasak asakan . . .    


Nur Sutan Iskandar (lahir di Sungai Batang, Sumatera Barat, 3 November 1893 – meninggal di Jakarta, 28 November 1975 pada umur 82 tahun) adalah sastrawan Angkatan Balai Pustaka.
Nur Sutan Iskandar memiliki nama asli Muhammad Nur. Seperti umumnya lelaki Minangkabau lainnya Muhammad Nur mendapat gelar ketika menikah. Gelar Sutan Iskandar yang diperolehnya kemudian dipadukan dengan nama aslinya

Rabu, 18 September 2013

CAT.....Arabian Tea.....Si Bunga Surga








Cathinone (S-alpha-aminopropophenone) adalah nama bahan aktif berwujud kristal yang bisa diekstrak dari tumbuhan asli Afrika yang bernama Latin Catha edulis dengan sinonim Catha forskalii, Catha glauca, Celestrus edulis, dan Methyscophyllum glaucum. Tumbuhan ini memiliki banyak nama lokal, diantaranya menggambarkan asal kata dari mana nama Latinnya dibuat yaitu: cat, catha, ciat, khat, kaad, dan kafta.


Menariknya, tumbuhan ini juga memiliki beberapa julukan yang menggambarkan nilai ekonomi tumbuhan yang tersebar luas di Afrika Timur hingga kawasan Selatan Semenanjung Arabia tersebut, seperti: Abyssinian tea, African salad, African tea, Arabian tea, Bushman,s tea, dan Somali tea.

Karena bernilai ekonomi tinggi itu maka di beberapa negeri Afrika seperti Kenya, Malawi, Uganda, Tanzania, Congo, Rhodesia, Afrika Selatan, dan beberapa negeri Arab menjadikan Catha edulis sebagai tanaman budidaya.


Specimen segar tanaman ini bahkan diekspor hingga ke berbagai kota Amerika Serikat seperti: New York, Los Angeles, Dallas, Boston dan Detroit. Di Amerika tanaman Khat yang sudah dikemas anti layu biasa dijual di restoran, bar, dan toko kelontong yang bisa melayani imigran asal Afrika Timur dan Yaman Penggunaan kata “tea” untuk julukan tumbuhan ini (African tea, Arabian tea, Bushman,s tea, dan Somali tea) jelas mengindikasikan bahwa tumbuhan ini adalah tumbuhan yang biasa dijadikan bahan pencampur minuman.

Di Yaman, misalnya, bunga Catha edulis sudah dijadikan bahan minum penyegar jauh sebelum kopi dikenal. Di negeri yang terletak di selatan semenanjung Arab itu tumbuhan Khat dijuluki sebagai the flower of paradise.

Tidak sulit menduga mengapa Catha edulis dijuluki flower of paradise (bunga surga). Tumbuhan ini sudah lama diketahui bisa menimbulkan halusinasi bila dikonsumsi. Dalam keadaan terhalusinasi seseorang bisa merasakan beragam sensasi yang sulit dideskripsikan, melampaui ruang dan waktu. Wajarlah bila kemudian yang bersangkutan (pemakai) merasa berada di surga.


Pengalaman terhalusinasi itulah agaknya yang menjadikan orang-orang primitive beranggapan bahwa sesuatu (tanaman Khat) yang bisa membawa mereka “menembus” ruang dan waktu itu sebagai sesuatu yang sakral. Klaim itu pulalah agaknya yang mendorong Klaus Trenary menyebut Catha edulis sebagai Sacred Plant of the Ancient Egyptians.

Sebelum sampai ke tahap terhalusasi, cathinone bisa menimbulkan eksitasi (bergairah), bersemangat, bertenaga, bugar, dan riang. Sensasi inilah tampaknya yang diburu oleh para konsumen minuman Teh Arab ini di daerah asalnya, dan para pemakai kristal cathinone di mancanegara, termasuk di Indonesia.

Karena khat mengandung senyawa ephedrinelike [Amfetamin]. Rupanya itu untuk menghasilkan eksitasi, menghalau tidur, dan meningkatkan komunikasi. Itu digunakan sebagai stimulan untuk menghilangkan rasa lapar dan kelelahan.
Penduduk asli sana mengunyah tunas muda dan daun segar Catha edulis (Celastrus Edulis). Ini adalah semak besar yang dapat tumbuh menjadi pohon ukuran besar. Ini berasal di Ethiopia dan menyebar sampai penggunaannya hingga Kenya, Malawi, Uganda, Tanzania, Saudi, Kongo, Zimbabwe dan Zambia, dan Afrika Selatan. Khat digunakan di Yaman bahkan sebelum kopi dan itu sangat populer.

Khat mengandung Katin (d-norisoephedrine), cathidine, dan cathinine. Katin juga merupakan salah satu alkaloid yang ditemukan di Ephedra vulgaris. Sekarang beruntung, mungkin, khat yang juga sangat kaya akan asam askorbat.

Pada hewan, khat mampu meningkatkan eksitasi dan aktivitas motorik. Di manusia, itu adalah stimulan yang menghasilkan perasaan peninggian, perasaan yang dibebaskan dari ruang dan waktu. Ini dapat menghasilkan rasa senang ekstrim, tertawa, dan akhirnya semicoma. Ini juga mungkin merupakan euphorient dan digunakan secara kronis dapat menyebabkan bentuk tremens delirium.

Galkin dan Mironychev (1964) melaporkan bahwa hingga 80% dari populasi orang dewasa dari khat penggunaan Yaman. Setelah mengunyah khat pertama, efek awal adalah menyenangkan dan termasuk pusing, kelelahan, takikardia, dan kadang-kadang nyeri epigastrium. Perasaan secara bertahap lebih menyenangkan diganti tersebut perdana gejala. Subyek memiliki perasaan kebahagiaan, kejelasan berpikir, dan menjadi gembira dan terlalu energik.

Kadang-kadang Khat diproduksi depresi, mengantuk, dan kemudian tidur nyenyak. Pengguna kronis cenderung gembira terus. Dalam kasus yang jarang menjadi subyek agresif dan terlalu girang. Galkin dan rekannya mengamati 51 subyek yang telah diambil khat. Dari jumlah tersebut, 27 menjadi bersemangat, 18 menjadi mengantuk, dan 6 tetap tidak berubah. Tingkat pernapasan dan denyut nadi Tingkat dipercepat dan tekanan darah cenderung meningkat. Itu subjek juga mengalami penurunan kapasitas fungsional kardiovaskular sistem.

Daun Khat segar merah-coklat dan mengkilap, tapi menjadi kuning-hijau dan kasar dengan bertambahnya usia mereka. Mereka juga memancarkan bau yang kuat. Yang paling Bagian favorit dari daun tunas muda di dekat bagian atas tanaman. Namun, daun dan batang pada bagian tengah dan bawah juga biasa digunakan.

Bahaya kesehatan Khat adalah menyebabkan sembelit yang parah. Pengguna kronis sering dalam keadaan konstan euforia waspada, tapi kadang-kadang bisa menjadi gelisah dan agresif. Ada laporan berdasar penggunaan tinggi Khat menyebabkan kanker. Persentase yang tinggi dari tanin hadir dalam daun dapat berkontribusi pada risiko kanker mulut dan saluran pencernaan jika digunakan secara teratur. Dalam kasus yang jarang menelan Khat dapat menyebabkan depresi atau kelesuan dan tidur nyenyak. Penggunaan berlebihan Khat selama jangka waktu yang telah diketahui menyebabkan dorongan seks menurun pada laki-laki.



Minggu, 15 September 2013

20 Fakta Mengenai Onta


  • Kata Unta di kalangan masyarakat arab bermakna 'cantik' 
  •  punuk unta sebenarnya tidak menyimpan cadangan air , tetapi berupa lemak , yang juga berfungsi sebagai   penghangat untuk tubuh besarnya. 
  •  salah satu alasan unta bisa pergi lama tanpa air adalah bentuk sel darah mereka yang oval.yang akan lebih mudah mengalir ketika mereka haus daripada menggumpal seperti halnya manusia. unta adalah satu-satunya mamalia yang memiliki sel darah merah berbentuk oval. 
  •  unta dapat minum hingga 40 galon air dalam satu kali perjalanan. 
  •  suhu tubuh mereka berkisar antara 34 derajat celcius pada waktu malam, dan 42 derajat celcius pada siang harinya.untya tidak akan berkeringat kecuali bila suhu tubuh mereka telah melebihi 41 derajat celcius. 
  • pada musim kawin , lapisan mulut unta akan terjadi ekstrusi yang juga kadang-kadang meningkatkan efek 'meludah' 
  • unta akan berbaring bila ingin istirahat dan tidur 
  • bibir unta terdiri dari beberapa bagian untuk membantu nya merumput 
  • mereka bisa makan apa saja , termasuk ranting berduri , tanpa melukai mulut mereka 
  •  unta dapat menendang keempat arah dengan masing-masing kaki mereka. 
  •  bila di perlukan unta dapat menutup hidung mereka untuk melawan angin dan pasir 
  •  bentuk hidung unta membuat mereka dapat mempertahankan uap air dan mengembalikannya ke dalam tubuh mereka dalam bentuk cairan. 
  •  Mereka bisa kehilangan 25% dari cairan tubuh mereka tanpa mendapatkan dehidrasi. Mamalia paling hanya bisa kehilangan 15%.
  •   Unta adalah ruminansia seperti sapi dan kambing.
  • tanaman hijau memberi mereka air yang mereka butuhkan tanpa minum.. 
  • Mantel mereka memantulkan sinar matahari dan melindungi mereka dari panas gurun.
  • Salah satu pertahanan unta adalah 'meludah' - di mana mereka pada dasarnya muntah cairan kehijauan berbau busuk dari perut mereka . dan sangat mengganggu bila terkena manusia.
  • tinja unta  begitu kering, dapatdigunakan untuk bahan bakar, dan urin mereka pekat seperti sirup
  • Unta adalah satu-satunya hewan transportasi di north afrika (N. Afrika), walaupun tel;ah banyak transportasi di sana
  • Unta telah digunakan dalam perang sepanjang sejarah, terutama di daerah padang pasir.
  • Unta yang indah dan sempurna disesuaikan dengan gurun dan tanah panas kering di mana mereka tinggal. Mereka adalah sumber makanan, transportasi dan pakaian bagi mereka yang tinggal dengan mereka, dan sebagian besar telah dijinakkan. Mereka bisa menyeberangi padang pasir membawa pon persediaan dan penumpang truk manusia yang akan strand. Binatang yang menakjubkan, baik Bactrian (dua gundukan) dan Dromedary (satu punuk) telah mengubah jalannya peradaban baik dengan membantu eksplorasi dan dalam perang.

Senin, 24 Juni 2013

sedap Malam



Sedap malam lebih dikenal sebagai bunga hias. Wanginya yang seharum melati bermanfaat menenangkan hati orang di sekitarnya. Namun, sebenarnya bunga sedap malam punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengobati keluhan susah tidur, influenza, sampai rematik.


Bunga yang berasal dari Meksiko ini juga disukai di manca negara. Masyarakat Jepang menggunakan bunga sedap malam sebagai lambang cinta. Di Thailand, bunga yang harum di malam hari ini adalah kesayangan para perangkai bunga karena sifatnya yang harum dan tidak mudah layu.

Masyarakat Eropa memakai bunga bernama Latin Polianthes tuberosa Linn ini dalam upacara keagamaan. Pemanfaatan bunga sedap malam bagi kesehatan umumnya dibagi menjadi dua yakni pemakaian luar dan dalam. Dua manfaat tersebut diperoleh melalui sulingan dari bunga sedap malam yang menghasilkan minyak. Hasil sulingan itu dikenal dengan nama minyak tuberose.

Minyak itu diyakini mengandung geraniol dan nerol, farnesol, benzyl, alkohol, metil benzoat, metil salsilat, metil antramnilat, eugenol, asam butirat dan kemungkinan asam fenilasetat. Kandungan-kandungan ini secara medis bermanfaat menyembuhkan tubuh dikala sakit.

Secara ilmiah, baru sedikit manfaat untuk kesehatan yang terungkap dari bunga sedap malam. Sedap malam bersifat manis, sejuk, dan sedikit tawar.

Sementara itu, kandungan kimia yang diketahui adalah sapogenin. Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat adalah bagian bunga dan akar. Keduanya bisa diolah untuk pemakaian luar dan dalam.

Keharumannya yang tak kalah dengan bunga melati membuat sedap malam dijuluki di luar negeri sebagai dangerous pleasure (kesenangan yang berbahaya). Tidak jelas mengapa disebut demikian. Namun, ada tahayul kuno di Perancis yang melarang anak gadis menghirup wangi bunga ini di kala malam karena akan membawa suasana romantis dalam diri mereka. Larangan yang sama juga berlaku di India dengan alasan yang sama pula, sehingga bunga ini diberi nama rat ki rani (kekasih gelap).

Secara ilmiah, baru sedikit manfaat untuk kesehatan yang terungkap dari bunga sedap malam. Dari Ensiklopedia Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia yang ditulis oleh Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan tradisional dan tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat, diketahui bahwa sedap malam bersifat manis, sejuk, dan sedikit tawar. Tanaman ini berkhasiat menurunkan panas (antipiretik) dan  menghilangkan bengkak. Sementara itu, kandungan kimia yang diketahui adalah sapogenin.


Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat adalah bagian bunga dan akar. Keduanya bisa diolah untuk pemakaian luar dan dalam. Prof. Hembing menyarankan agar pengobatan dengan ramuan sedap malam ini dilakukan secara teratur. Namun, penderita penyakit serius dan berat sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.


 

 Beberapa cara penggunaan sedap malam . .
  • Bisul dan bengkak

    Bahan: akar bunga Sedap Malam.
    Cara membuat: ambillah akar Sedap Malam secukupnya kemudian cuci sampai bersih. Setelah itu, tumbuklah sampai halus dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit. 
  • Katarak

    Bahan: bunga Sedap Malam sekitar 50 kuntum.
    Cara membuat: rebuslah bunga-bunga tersebut dengan takaran air 1.500 cc sampai mendidih. Tunggulah sampai dingin. Setelah dingin baru kemudian digunakan untuk mencuci mata.
  • Penenang pikiran, susah tidur, dan penambah darah

    Bahan: lumayan banyak bahan-bahannya dan tak hanya menggunakan Sedap Malam saja. Siapkan 30 kuntum bunga Sedap Malam, 15 gram kie cie yang bisa dibeli di toko obat China, 2 siung bawang putih, 4 siung bawang merah, 10 gram jahe, 1-2 buah hati ayam, merica, garam. Cara membuat: pertama-tama, irislah bawang putih dan merah. Kemudian tumis semua bahan menggunakan minyak goreng non-kolesterol dan tambahkan tepung tapioca yang telah diencerkan secukupnya. Masaklah sampai matang.
  • Meningkatkan stamina

    Bahan: 50 kuntum bunga Sedap Malam, 50 gram kacang kapri, 100 gram udang, 1 butir telur ayam, 10 gram jahe, 2 siung bawang putih.
    Cara membuat: tumislah semua bahan dengan menggunakan minyak goreng non-kolesterol, tambahkan juga tepung maizena yang telah diencerkan. Kemudian masaklah sampai matang.
  • Influenza

    Bahan: 20 gram akar Sedap Malam, 15 gram jahe, 2 gram batang daun bawang putih, dan 600 cc air.
    Cara membuat: rebuslah semua bahan-bahan tersebut dalam air sampai sisanya tinggal separuh (300 cc). Kemudian air rebusan itu diminum dua kali masing-masing 150 cc.
  • Radang tenggorokan

    Bahan: 20 gram akar Sedap Malam, 25 gram sambiloto segar dan 600 cc air putih.
    Cara membuat: rebuslah bahan-bahan tersebut dengan air putih sampai tersisa setengahnya. Setelah itu, kemudian saring dan minumlah dua kali sehari masing-masing 150 cc.
  • Rematik

    Bahan: 30 gram akar bunga Sedap Malam, 20 gram jahe merah, gula merah secukupnya, dan 400 cc air.
    Cara membuat: rebuslah bahan-bahan bersama 400 cc air sampai mendidih. Kemudian saring dan bagi menjadi dua bagian untuk diminum dua kali dalam sehari.



Kamis, 13 Juni 2013

Daun Madu (Barleria cristata L.)


Uraian :
Tumbuhan asli India ini umumnya ditanam sebagai tanaman pagar. Semak, tinggi 1-3 m, bercabang banyak. Batang berkayu, bulat, berbuku-buku, berambut, hijau kecokelatan. Daun tunggal, berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan, di ketiak daun dan ujung tangkai, mahkota berambut kelenjar, bibir atas mahkota berbagi empat, bulat telur, warnanya ungu. Buah elips, panjang 1,5 cm, berbibir tiga sampai empat, kecokelatan. Biji kecil, pipih, warna cokelat.


Nama Lokal :
Landep (Jawa Tengah), daun madu (Madura).; Kolintang, violeta (Tagalog).;


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI : Rematik, batuk, bengkak; gigitan serangga, digidit ular berbisa.;


BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, akar, bunga, dan biji.
INDIKASI :
  • Daun dan akar berkhasiat mengatasi: rematik dan batuk.
  • Bunga berkhasiat mengatasi: Bengkak karena gigitan serangga.
  • Biji berkhasiat untuk mengatasi: digigit ular berbisa. 
 
CONTOH PEMAKAIAN :
· Rematik : Siapkan daun segar sebanyak 1 genggam lalu cuci bersih. Tambahkan kapur sirih 1/4 sendok teh. Tumbuk sampai lumat, kemudian dibalurkan pada tempat yang sakit.

Patikan kerbau (Euphorbia hirta, Linn.)

Patikan kerbau (Euphorbia hirta) , pokok Susi Nabi, Susu lambing,  mengandung beberapa unsur kimia, diantaranya : alkaloida, tanin, senyawa folifenol (seperti asam gallat), flavonoid quersitrin, ksanthorhamnin, asam-asam organik palmitat oleat dan asam lanolat. Di samping itu, patikan kerbau juga mengandung senyawa terpenoid eufosterol, tarakserol dan tarakseron serta kautshuk.
Patikan kerbau (Euphorbia hirta) merupakan suatu tumbuhan liar yang banyak ditemukan di daerah kawasan tropis. Di Indonesia tumbuhan Patikan kerbau dapat ditemukan diantara rerumputan tepi jalan, sungai, kebun-kebun atau tanah pekarangan rumah yang tidak terurus. Biasanya patikan kerbau ini hidup jadi satu dengan Patikan Cina (Euphorbia Prostrata, Ait) pada ketinggian 1 - 1400 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan patikan kerbau mampu bertahan hidup selama 1 tahun dan berkembang biak melalui biji. Patikan kerbau mempunyai warna dominan kecoklatan dan bergetah. Banyak pohonya memiliki cabang dengan diameter ukuran kecil. Daun Patikan kerbau mepunyai bentuk bulat memanjang dengan taji-taji. Letak daun yang satu dengan yang lain berhadap-hadapan. Sedang bunganya muncul pada ketiak daun. Patikan kerbau hidupnya merambat (merayap) di tanah.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
1. Radang tenggorokan
    Bahan: daun patikan kerbau secukupnya.
    Cara membuat: diseduh dengan air panas secukupnya;
    Cara menggunakan: disaring dan dipakai untuk kumur.

2. Bronkhitis
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1/2 botol Coca Cola;   
    Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus sampai mendidih;
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 3 kali sehari 1/2 cangkir.

3. Asma
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau kering;
    Cara membuat: direbus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih;
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari 1/2 gelas,
    pagi dan sore.

4. Disentri, Radang perut, Diare dan Kencing darah
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1 potong gula batu;
    Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 3 gelas air sampai
    mendidih;
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
    sore. 

5. Radang Kelenjar Susu atau Payu Dara Bengkak :
    Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 2 sendok kedelai;
    Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus dengan 3-5 gelas air
    sampai mendidih;
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir.
        
    Selain itu dibuat pula tapal untuk payu dara :
    Bahan: daun patikan kerbau yang masih segar dan garam dapur
    secukupnya;
 
    Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah garam dapur
    secukupnya, diaduk sampai merata;
    Cara menggunakan: ditempel pada bagian payu dara yang sakit. 
6.pengobatan stroke 
Ambil satu batang lengkap,  rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.  Minum pagi dan sore selama 3 hari berturut - turut.  





para peneliti di Inggris menemukan manfaat baru dari getah Patikan Kebo yakni sebagai obat kanker kulit. Bagi pasien kanker kulit melanoma, getah ini bisa menghambat pertumbuhan dan bahkan membunuh sel-sel kanker.
   
 


Lidah Ular (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk)


 
Uraian :
Herba, tegak atau condong, satu tahun (annual), sering bercabang mulal dari pangkal batangnya, tinggi 0,05 - 0,6 m. Batang bersegi empat, gundul atau dengan sisik sangat pendek, bercabang, tebal 1 mm, warna hijau kecoklatan sampai hijau keabu-abuan. Akar: tunggang, kecoklatan, garis tengah rata rata 1 mm, akar cabang berbentuk benang. Daun tunggal, berhadapan atau bersilang berhadapan, helaian; relatif kecil 1 - 3,5 cm x 1,5 - 7 mm, ujung dan pangkalnya runcing, berwarna hijau pucat, dengan sisik sisik kecil sepanjang tepi daunnya, tangkal daun sangat pendek. Bunga susunan majemuk mulai rata, 2 - 8 bunga, bertangkai, di ketiak. Kelopak 4, sama panjang dengan bakal buahnya. Mahkota: 4, putih atau ungu pucat, panjang kira - kira 2 mm. Benang sari 4, tersisip seakan - akan di atas tabung mahkota. Buah panjang 1,75 - 2 mm, lebar 2 - 2,5 mm, pada permukaan luar di dekat bagian ujung terdapat sisa kelopak berupa tonjolan kecil runcing. Biji bersudut-sudut. Waktu berbunga Januari - Desember.merupakan jenis rerumputan yang banyak tumbuh liar di sekitar kita. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Ekstrak yang larut dalam, air dapat menurunkan tekanan darah hewan percobaan. Pada konsentrasi yang relatif besar dapat berefek pada penghambatan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi dan Proteus vulgaris.' Penggunaan secara oral pada mencit selama 3 minggu dapat berfungsi sebagai antispennatogenesis. Pada aplikasi intragastrik berefek penghambatan elisitasi usus yang disebabkan oleh asetilkolin. Rebusan herba yang telah dibebaskan. dari endapan (dengan penambahan alkohol) dapat mengurangi derajat kematian mencit pada keadaan keracunan (dengan Bungarus multiciizctus). Suatu ramuan yang terdiri dari herba Hedyotis diffusa, herba Prunellae dan Licorice (2:2:1) dapat memperbaiki gangguan fungsi hepar dan berefek koleretik pada anjing teranestesi. Rebusan tumbuhan jenis lain yaitu Hedyotis affinis dapat menyebabkan kontraksi uterus kelinci terisolasi.` Hasil penelitian tentang aktivitas sistem fagositosis, respons seluler dan respon humoral pada mencit, diketahui bahwa fraksi yang larut dalam air daun Hedyotis menyebabkan stimulasi respon imun humoral dan menekan sistem fagositosis; sedangkan fraksi yang tidak larut dalam air tidak berpengaruh pada respon imun seluler, dan fraksi residu menyebabkan stimulasi. Efek yang tidak diinginkan Efek samping yang nyata atau reaksi alergi pada penggunaan lazimnya (30?60 gram), tidak diketahui. Pada penggunaan jangka panjang dengan dosis 30?45 gram/hari selama 30 dan 90 hari pada 2 kasus psoriasis tidak menunjukkan hasil yang abnormal pada sampel darah dan urin. Pada sedikit kasus dapat menyebabkan mulut kering setelah penggunaan selama 10 hari. Injeksi dosis tinggi dapat menyebabkan leukopeni. Penggunaan kombinasi herba dengan asam deoksikolat dapat menyebabkan diare pada beberapa pasien. Disamping itu. dapat menyebabkan gangguan syaraf pada beberapa kasus pasien bronkitis asma kronis. Toksisitas Dosis maksimal yang secara teknis dapat diberikan pada tikus yaitu 10 gram/kg BB dianggap sebagai LD50 semu. 

Khasiat
Peluruh air seni, penurun panas, anti-bakteri, anti inflamasi, anti bakteri, antidot racun ular, obat susunan saraf pusat, dan anti kanker : kanker payudara, leukimia, dan kanker hati


Kandungan kimia dan Manfaat tanaman
Herba Hedyotis diffusa rnengandung saponin, flavonoid, polifenol, triterpen, polisakarida, glikosida antrakuinon, asam stearat, asam oleanolat, asam trans p-kumarat, asam ursolat, dan sitosterol. Ekstrak etanolik herba lidah ular dapat menekan peroksidasi lipid pada homogenat sel hati sebesar 1,05% dan pada mitokondria sel jantung sebesar 51,61% (Liao et al, 2000). Kandungan glikosida flavonoid pada lidah ular yaitu kaemferol dan quercetin menunjukkan  neuroprotektif tehadap kultur sel cotical tikus yang dipejan 1-glutamat (Kim et al., 2000).